Rabu, 18 April 2012

Korupsi Bisa Dilawan dengan Cara Ini !!!

Oleh: Imam Zia Utama
 
Ketika proklamasi dikumandangkan di negeri ini, semua rakyat dan segenap tumpah darah Indonesia diliputi rasa optimisme unuk hidup yang lebih baik. Kemerdekaan yang telah dinantikan sejak cengkeraman Belanda merenggut kedaulatan kita sebagai negara. Rasanya perjuangan pahlawan- pahlawan yang gugur di medan pertempuran tak sia- sia.

Setelah alam kemerdekaan menyelimuti bangsa ini, cita- cta yang dulu diharapkan rasanya belum kunjung terwujud. Pasalnya, kesejahteraan yang dulu diperjuangkan oleh pendahulu- pendahulu kita belum juga merata ke segenap anak bangsa. Mirisnya, ketika masih banyak rakyat yang berkutt dalam kemiskinan, perilaku pemimpin kita seakan tertutup mtannya. Realita ini bisa kita saksikan pada berita- berita televisi yang memberitakan kemewahan para pejabat kita dengan cara meminta fasilitas yang macam- macam dari negara.

Senin, 16 April 2012

Pendidikan Berbasis Karakter

Tugas LPK Pandanaran

By YUDHA HARY PRADANA

Dalam kajian pendidikan dikenal sejumlah ranah pendidikan, seperti pendidikan intelek, pendidikan keterampilan, pendidikan sikap, dan pendidikan karakter (watak). Pendidikan karakter berkenaan dengan psikis individu, di antaranya segi keinginan/nafsu, motif, dan dorongan berbuat.
Pendidikan karakter adalah pemberian pandangan mengenai berbagai jenis nilai hidup, seperti kejujuran, kecerdasan, kepedulian, tanggung jawab, kebenaran, keindahan, kebaikan, dan keimanan. Dengan demikian, pendidikan berbasis karakter dapat mengintegrasikan informasi yang diperolehnya selama dalam pendidikan untuk dijadikan pandangan hidup yang berguna bagi upaya penanggulangan persoalan hidupnya.
Pendidikan berbasis karakter akan menunjukkan jati dirinya sebagai manusia yang sadar diri sebagai makhluk, manusia, warga negara, dan pria atau wanita. Kesadaran itu dijadikan ukuran martabat dirinya sehingga berpikir obyektif, terbuka, dan kritis, serta memiliki harga diri yang tidak mudah memperjualbelikan. Sosok dirinya tampak memiliki integritas, kejujuran, kreativitas, dan perbuatannya menunjukkan produktivitas.
Selain itu, tidak hanya menyadari apa tugasnya dan bagaimana mengambil sikap terhadap berbagai jenis situasi permasalahan, tetapi juga akan menghadapi kehidupan dengan penuh kesadaran, peka terhadap nilai keramahan sosial, dan dapat bertanggung jawab atas tindakannya.
Pembentukan pribadi
Karena itu, sekolah yang akan mengimplementasikan pendidikan berbasis karakter dapat memikirkan segi-segi sebagai berikut. Pertama, keberhasilan pendidikan berbasis karakter terkait dengan kondisi peserta didik yang landasan keluarganya mengharapkan tercipta iklim kehidupan dengan norma kebaikan dan tanggung jawab. Dengan demikian, fungsi pendidikan berbasis karakter untuk menunjukkan kesadaran normatif peserta didik, seperti berbuat baik dan melaksanakan tanggung jawabnya agar terinternalisasi pada pembentukan pribadi.
Organ manusia yang berfungsi melaksanakan kesadaran normatif ialah hati nurani atau kata hati (conscience). Organ penunjangnya ialah pikiran atau logika. Pendidikan berbasis karakter diprogram untuk upaya kesadaran normatif yang ada pada hati nurani supaya diteruskan kepada pikiran untuk dicari rumusan bentuk perilaku, kemudian ditransfer ke anggota badan pelaksana perbuatan. Contoh, mulut pelaksana perbuatan bicara atau bahasa melalui kata-kata. Maka, sistem mulut memfungsikan kata-kata bersifat logis atau masuk akal. Bahkan, dengan landasan kesadaran norma dan tanggung jawab akan terjadi komunikasi dengan perkataan santun yang jauh dari celaan dan menyakitkan orang lain.
Karena itu, pendekatan proses pembelajaran di sekolah perlu disesuaikan, yaitu dengan menciptakan iklim yang merangsang pikiran peserta didik untuk digunakan sebagai alat observasi dalam mengeksplorasi dunia. Interaksi antara pikiran dan dunia harus memunculkan proses adaptasi, penguasaan dunia, dan pemecahan masalah yang dihadapi dalam kehidupannya. Keberhasilan anak menjalani interaksi dengan dunia akan membentuk kemampuan merumuskan cita-citanya. Bahkan, cita-cita itu dijadikan pedoman atau kompas hidup. Dengan pedoman hidup itu ia menentukan arah sekaligus membentuk norma hidupnya.
Kedua, kondisi sekolah dapat menciptakan iklim rasa aman bagi peserta didiknya (joyful learning). Jika peserta didik tidak merasa aman, seperti merasa jiwa tergoncang, cemas, atau frustrasi akibat mendapatkan pengalaman kurang baik dari sekolah, maka ia tidak akan dapat menanggapi upaya pendidikan dari sekolahnya. Bahkan, ia acap kali merespons upaya pendidikan dengan bentuk protes atau agresi terhadap lingkungannya. Peserta didik yang cerdas sekalipun, dengan merasa kurang aman, acap kali konflik dengan lingkungan yang menyulitkan hidup.
Bahkan, upaya mempertahankan hidupnya dengan berbuat tercela, tidak bermoral, tidak bertanggung jawab, dan jahat. Perasaan aman hidup atau perasaan yang tidak diliputi kecemasan di sekolah hanya mungkin bila suasana sekolah mencintai anak dengan menciptakan iklim keterbukaan, mesra, bahagia, gembira, dan ceria.
Dengan demikian, iklim tersebut akan mampu membuka kata hati peserta didik, baik di sekolah maupun ketika menghadapi dunia masyarakat. Kehidupan nyata dianggap sebagai obyek yang menarik minat dengan kegairahan hidup dan penuh perhatian yang merangsang pikirannya.
Ketiga, kebijakan sekolah dalam merumuskan bahan belajar pendidikan berbasis karakter diorientasikan ke masa depan, yaitu menggambarkan indikasi bentuk baru nilai-nilai peradaban masyarakat. Dasar pertimbangannya adalah (1) proses pembangunan berkonsekuensi terhadap perubahan bentuk baru nilai-nilai kebiasaan hidup masyarakat, (2) pendidikan berbasis karakter harus berperan sebagai pengimbang akibat sampingan proses pembangunan.
Indikator bentuk baru nilai-nilai peradaban masyarakat dimisalkan mengambil rumusan dari hasil pengamatan kehidupan kota yang mengalami pembangunan pesat dan menimbulkan urbanisasi sehingga di kota tercipta pusat permukiman pendatang baru yang seolah terputus dari akar sosial budaya sebelumnya. Permukiman kota yang penuh sesak menimbulkan suasana kehidupan yang mencekam dari kekhawatiran terjadinya instabilitas sosial.
Jurang perbedaan
Selain itu, rumusan didapat dari hasil pengamatan suasana keluarga dalam menghadapi tata kehidupan baru, apakah mengambil sikap bertahan dengan kebiasaan hidup sebelumnya, ataukah meninggalkan dan mengganti kebiasaan hidup sebelumnya (permisif), sementara keadaan sekitar tidak ikut bertahan. Terutama mengambil sikap mengenai kaitan dengan ekonomi keluarga, pekerjaan, perdagangan, dan kecemburuan sosial.
Bagaimana kondisi keluarga yang tetap bertahan, apakah menjadi terasingkan. Bagaimana pula keluarga yang mengubah kebiasaan lama dengan yang baru, apakah secara psikologis memperoleh kemantapan ataukah kepahitan dan kekacauan hidup.
Paling tidak, pengamatan sepintas menunjukkan akibat sampingan pembangunan yang pesat pada perubahan bentuk kehidupan masyarakat. Yaitu, pembangunan yang menawarkan kesempatan bagi siapa saja yang berkesanggupan sehingga mengakibatkan di satu pihak terdapat sebagian anggota masyarakat yang cakap dan berani mengambil risiko untuk menangkap manfaat penawaran pembangunan dan golongan ini akan maju.
Di pihak lain, ada anggota masyarakat yang lamban bergerak dalam menangkap manfaat dan golongan ini akan semakin tertinggal. Hasil akhir antara yang cakap dan lamban menyebabkan munculnya jurang perbedaan kepemilikan materi yang mudah diisukan sebagai pelanggaran asas keadilan.
Jurang perbedaan kemajuan sisi materi yang dipahami secara sempit mengakibatkan terjadinya pergeseran nilai masyarakat. Yaitu, menguatnya arus bentuk baru kehidupan masyarakat seperti nilai materi dan hara-hura serta tampak memudar budaya santun, malu, kekeluargaan, kejujuran, toleransi, kebersamaan, kesetiakawanan, dan gotong royong.


Sumber kompas, Penulis Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia

Minggu, 15 April 2012

Pro Kontra tentang Kecanduan Internet Penulis : *

Oleh: Mohammad Rizal Febri Ibrahim

SURVEI yang dilakukan lembaga riset Pew Internet tentang hubungan antara remaja dan internet menunjukkan 95% remaja berusia 12 hingga 17 tahun selalu terkoneksi dengan internet.

Dari angka tersebut, 76% selalu membuka jejaring sosial dan 77% telah memiliki ponsel. Di kelompok umur yang lebih tua, yaitu 18-29 tahun, 96% dapat mengakses internet, 84% menggunakannya untuk mengunjungi jejaring sosial dan 97% memiliki ponsel.

Para pengguna ponsel juga telah memiliki ponsel pintar dan komputer tablet seperti ipad. Dari survei tersebut, Pew juga mendapatkan fakta bahwa para pengguna internet tersebut selalu terkoneksi atas kemauan mereka sendiri tanpa dorongan apapun.

Dorongan pribadi untuk selalu mengakses internet atau yang diistilahkan sebagai hyperconnected itu dinilai tidak bermasalah oleh 55% responden. Sedangkan 42% dari responden menganggapnya sebagai kebiasaan buruk. Walaunpun lebih banyak yang menyebutnya sebagai hal positif, Pew berpendapat perbedaan tersebut sangatlah tipis sehingga bisa dianggap seimbang.

Mengapa positif? Sebab, hyperconnected dapat membuat seseorang menjadi personal yang serba bisa, mereka mampu mengerjakan berbagai tugas dan juga berwawasan luas. Mereka, yang lahir di era milenium, dapat memanfaatkan internet dengan maksimal dan juga mendapatkan segala informasi.

Peneliti Senior Microsoft Research mengatakan, "Otak menjadi terhubung dan berguna untuk membuat ide-ide sehingga mereka mampu memiliki pandangan yang berbeda."

Sedangkan yang tidak sepakat beranggapan kalau para pecandu internet itu tidak lah selalu berdasarkan fakta, karena mereka selalu mengedepankan data-data yang ditemukan pertama kali. Data tersebut menurut mereka adalah yang paling benar sehingga informasi yang disampaikan tidak valid.

"Mereka mencari di internet dan mendapatkan data yang dilihat di urutan pertama sehingga yang fiksi malahan dijadikan fakta," ujar salah seorang responden.

Jadi, apakah hyperconnected itu baik? Atau malah sebaliknya? (ReadWriteWeb/*/OL-14)



SUMBER: MEDIA INDONESIA

Mencapai potensi hidup yang maksimal


Oleh: Mohammad Rizal Febri Ibrahim

Mencapai potensi hidup yang maksimal


Setiap orang mendambakan masa depan yang lebih baik ; kesuksesan dalam karir, 
rumah tangga dan hubungan sosial, namun seringkali kita terbentur oleh berbagai 
kendala. Dan kendala terbesar justru ada pada diri kita sendiri.
Melalui karyanya, Joel Osteen menantang kita untuk keluar dari pola pikir yang 
sempit dan mulai berpikir dengan paradigma yang baru.

Ada 7 langkah agar kita mencapai potensi hidup yang maksimal :

* Langkah pertama adalah perluas wawasan. Anda harus memandang kehidupan ini 
dengan mata iman, pandanglah dirimu sedang melesat ke level yang lebih tinggi.
Anda harus memiliki gambaran mental yang jelas tentang apa yang akan Anda raih.
Gambaran ini harus menjadi bagian dari dirimu, didalam benakmu, dalam percakapanmu,
meresap ke pikiran alam bawah sadarmu, dalam perbuatanmu dan dalam setiap 
aspek kehidupanmu.

* Langkah ke dua adalah mengembangkan gambar diri yang sehat. Itu artinya Anda harus
melandasi gambar dirimu diatas apa yang Tuhan katakan tentang Anda. 
Keberhasilanmu meraih tujuan sangat tergantung pada bagaimana Anda memandang 
dirimu sendiri dan apa yang Anda rasakan tentang dirimu. Sebab hal itu akan menentukan
tingkat kepercayaan diri Anda dalam bertindak. Fakta menyatakan bahwa Anda tidak akan
pernah melesat lebih tinggi dari apa yang Anda bayangkan mengenai dirimu sendiri

* Langkah ke tiga adalah temukan kekuatan dibalik pikiran dan perkataanmu. 
Target utama serangan musuh adalah pikiranmu. Ia tahu sekiranya ia 
berhasil mengendalikan dan memanipulasi apa yang Anda pikirkan, maka ia
akan berhasil mengendalikan dan memanipulasi seluruh kehidupanmu.
Pikiran menentukan prilaku, sikap dan gambar diri. Pikiran menentukan tujuan. 
Alkitab memperingatkan kita untuk senantiasa menjaga pikiran.

* Langkah ke empat adalah lepaskan masa lalu, biarkanlah ia pergi...
Anda mungkin saja telah kehilangan segala yang tidak seorangpun patut mengalaminya 
dalam hidup ini. Jika Anda ingin hidup berkemenangan , Anda tidak boleh memakai
trauma masa lalu sebagai dalih untuk membuat pilihan-pilihan yang buruk saat ini.
Anda harus berani tidak menjadikan masa lalu sebagai alasan atas sikap burukmu
selama ini, atau membenarkan tindakanmu untuk tidak mengampuni seseorang. 

* Langkah ke lima adalah temukan kekuatan di dalam keadaan yang paling buruk sekalipun
Kita harus bersikap :" Saya boleh saja terjatuh beberapa kali dalam hidup ini, tetapi
tetapi saya tidak akan terus tinggal dibawah sana." Kita semua menghadapi
tantangan dalam hidup ini . KIta semua pasti mengalami hal-hal yang datang
menyerang kita. Kita boleh saja dijatuhkan dari luar, tetapi kunci untuk hidup
berkemenangan adalah belajar bagaimana untuk bangkit lagi dari dalam.


* Langkah ke enam adalah memberi dengan sukacita. Salah satu tantangan terbesar 
yang kita hadapi adalah godaan untuk hidup mementingkan diri sendiri. 
Sebab kita tahu bahwa Tuhan memang menginginkan yang terbaik buat kita,
Ia ingin kita makmur, menikmati kemurahanNya dan banyak lagi yang Ia sediakan buat kita, 
namun kadang kita lupa dan terjebak dalam prilaku mementingkan diri sendiri.
Sesungguhnya kita akan mengalami lebih banyak sukacita dari yang pernah dibayangkan
apabila kita mau berbagi hidup dengan orang lain.

* Langkah ke tujuh adalah memilih untuk berbahagia hari ini. Anda tidak harus menunggu
sampai semua persoalanmu terselesaikan. Anda tidak harus menunda kebahagiaan 
sampai Anda mencapai semua sasaranmu. Tuhan ingin Anda berbahagia apapun kondisimu,
sekarang juga !



( Dikutip dari : Mencapai potensi hidup yang maksimal by Joel Osteen)

Peran Lembaga Superbody
Berbagai permasalah timbul dari aspek kejahatan pada era saat ini dari segi terkecil sampai terbesar, dari pencurian sandal sampai pencurian uang yang tak bisa dihitung dengan jari satu orang saja. Kerugian yang ditimbulakan beragam dari tidak berharga bahkan sampai yang paling berharga yaitu uang negara. Uang negara yang seharusnya dipakai untuk kepentingan bersama malah disalah gunakan oleh beberapa orang dalam pemerintahan yang  mempunyai kekeuasaan, dan mereka tidak pernahmemeikirkan perutorang kecil disekililignnya dan hanya berfikir bagaimana cara membesarkan perutnya sendiri. Para wakil rakyat yang tak peduli lagi dengan rakyat. Penyalah gunaan kekuasaan ( abuse of power ) dalam pemerintahan seungguh tidak sesuai dengan asas pemerintahan yang bersih dan bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme sebagai mana dalam UU NO. 28 tahun 1999 tentang penyelengaraan negara yang bersih dan bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme.

Sebuah Tinjauan Tentang Hutang Luar Negeri



Pembangunan suatu bangsa sangat diperlukan untuk mencapai kemakmuran rakyat.Yang mana kemakmuran rakyat merupakan tujuan utama dari sebuah bangsa.Kemakmuran tersebut tidak serta merta tercapai hanya dengan obrolan warung kopi saja, namun dilakukannya bermacam tindakan yang nyata.Tindakan tersebut dapat berupa menyelenggarakan pembangunan di bidang sumber daya manusia, pembangunan infrastruktur, kesehatan, perekonomian, dan sector lainnya.

Jumat, 13 April 2012


Arsitek Dalam perspektif Etika Profesi Hukum

Dalam kehidupan banyak sekali pekerjaan yang dapat menunjang kehidupan seseorang , Profesi merupakan sebuah pekerjaan yang dapat menunjang kehidupan seserang . banyak Profesi dalam dunia kerja pada saat ini ada Profesi Dokter, Profesi Notaris, Profesi Adovokat, dan masih banyak lagi profesi lainnya. Inti dari suatu profesi untuk membedakan dengan sebuah pekerjaan adalah adanya suatu Kode Etik, dan kode etik ini didapat dengan adaanya sebuah pelatihan , pendidikan profesi dan adanya sebuah pengakuan untuk menjadi sebuah profesional.
Profesi Advokat merupakan sebuah profesi salah satu dari sekian banyak profesi mulia yang merupakan sebagai empat pilar Hukum yang bertugas untuk menegakan Hukum. Menjadi seorang  Advokat diharuskan agar membuat Hukum tidak bengkok , yang artinya hartus berdiri sekuat-kuatnya menegakan kebenaran . Ada tiga yang menjadi tugas Profesi Advokat adalah Pertama , Menyelamatkan seseorang dari kesewenang-wenangan , kedua , Profesi pengacara sangat dibutuhkan sitengah tengah masyarakat agar keadilan tegak, Ketiga, Harus mempunyai analisa yang tajam.